Welcome Friends....Tafadhol...

SELAMAT DATANG DI DUNIA KEPRAMUKAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM

Jumat, 04 Februari 2011

Game


PERMAINAN-PERMAINAN

Bercermin
Latihan yang menyenangkan ini digunakan untuk mendiskusikan perasaan dan sikap dalam menuntun dan mengikuti orang lain. Acara sore yang baik.
Prosedur :
a. Setiap peserta memilih pasangannya dan berdiri berhadapan dengan tangan ke atas dalam jarak kira-kira sejengkal. Mereka menirukan gerak pasangannya, layaknya sebuah cermin, demikian bergantian sesuai dengan keinginan mereka.
b. Untuk putaran kedua, pasangan meneruskan bercermin, tapi kali ini kedua tangannya bersentuhan dengan lembut.
c. Pada putaran ketiga, mintalah mereka merapatkan tangan dengan kuat, dan melanjutkan menuntun mengikuti bergantian.
Bahan diskusi :
1. Apa bedanya antara ketiga pengalaman tadi ?
2. Bagaimana perasaan anda pada setiap latihan menuntun dan mengikuti tadi ?
3. Adakah persamaan yang anda temukan dalam hal menuntun dan mengikuti dengan kenyataan sehari-hari?
Permainan Mengenali Teman
Peralatan               : Kertas kosong, alat tulis untuk tiap peserta
Jumlah Pemain    : Berapa saja
Waktu                    : 10-12 menit
Tujuan                    :  - Saling mengenal secara lebih mendalam
- Berani Mengungkapkan diri
- Melatih kecerdasan
Pemimpin membagikan kertas kosong kepada semua peserta. Seluruh peserta lalu menulis data pribadi mereka (nama lengkap, data keluarga, status, sekolah/pekerjaan, hobi, alamat, dan sebagainya). Setelah itu kertas yang sudah terisi dikembalikan kepada pemimpin. Lalu pemimpin memberikan lagi secara acak kepada peserta. Pemimpin memberikan waktu 2-3 menit kepada para peserta untuk menghafal data pribadi kawannya itu. Kemudian pemimpin menunjuk kepada salah seorang peserta dan bertanya kepadanya tentang data pribadi yang ia terima. Peserta harus mampu menjawab pertanyaan pemimpin. Sementara itu yang memiliki data pribadi harus memperhatikan benar/tidaknya jawabannya.
AM. Patty.
Mencari Dengan Diam
Peralatan               : Perangko
Jumlah pemain     : berapa saja
Waktu                    : bervariasi, tergantung jumlah pemain dan kemampuan                                                                        mengobservasi
Tujuan                    : - Melatih kemampuan mengobservasi
- Memupuk inisiatif
Sebuah perangko ditempel di suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para peserta datang/tiba. Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan bila mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata apa pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir.  Dan tentu saja peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan ini dapat juga dimainkan di luar ruangan).
Menggambar Wajah
Tujuan :
a. Membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata pasangannya, saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal ini bisa membantu peserta untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk dengan yang lainnya.
b. Melatih peserta satu cara sederhana tentang menggambar dan menghilangkan perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu menggambar.
Langkah-langkah :
a. Dengan sehelai kertas setiap pasangan saling berhadapan dan mulai menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai dari mana saja tetapi tidak boleh melihat kertas sama sekali.
b. Gerakkan tangan mengikuti arah gerak pandangannya yang menelusuri garis wajah pasangannya.
c. Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan bergantian mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal, pekerjaan, umur, keluarga dan sebagainya. Waktunya cukup 5 menit saja untuk setiap peserta.
d. Kemudian setiap pasangan tampil di depan kelompok memperkenalkan pasangannya dengan cara menunjukkan gambar pasangannya sambil menyebutkan :”Nama saya…(nama pasangannya), tempat tinggal….dan seterusnya.
Lingkaran Berbelit
Tujuan
Menyadarkan peserta tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan proses belajar dan bekerja dalam kelompok.
Langkah-langkah :
a. Peserta berdiri dalam lingkaran, lalu menjulurkan kedua tangannya ke depan. Kemudian memegang tangan 2 peserta lainnya (missal : tangan kiri memegang tangan si A, tangan kanan memegang tangan si B) sampai membentuk suatu belitan besar.
b. Semua kerjasama untuk coba membentuk kembali lingkaran sempurna tanpa melepaskan tangan yang dipegang dan tanpa berbicara.
STICK GOYANG                                                        
Stick Goyang :
Tujuan :
1. Menjalin Kerja sama dan toleransi antar anggota.
2. Belajar saat menerima dan kapan harus memberikan kesempatan kepada yang lain.
3. Berlatih menghadapi segala rintangan atas asas kebersamaan.
Alat :
1. Tali Pramuka/ boleh rafia. Sejumlah peserta.
2. Tongkat/ Balok/ papan kayu/ Bambu . Panjang ( 2- 3 meter ) Diameter bebas.
3. Aneka Halang rintang.
Pelaksanaan :
1. Tiap anggota regu berhak memegang i utas tali . boleh sebelah kanan atau kiri
2. Ditengah tarikan utas tali, diletakkan balok/ bambu dengan tali dalam kondisi kencang.
( Tampak dalam gambar )
3. Regu Menempuh suatu perjalanan penuh rintangan dengan jarak bebas.
4. Regu dengan waktu tempuh tercepat dan balok/ bambu tidak pernah jatuh itulah yang terbaik
5. Rintangan dapat dibuat sedemikian rupa, sehingga perjalanan membawa balok/ bambu nampak penuh tantangan. ( Melebar, menyempit, lompat, naik dan turun)
Selamat mencoba games ini.
Rebut dan Rampas
Peralatan                : Tongkat atau sapu lidi untuk tiap anak
Jumlah pemain      : bebas
Waktu                      : 10 menit
Tujuan                      : - Melatih kecekatan
- Melatih kesetiakawanan
- Unsur hiburan
Semua anak membentuk lingkaran dengan jarak kira-kira 1 meter.. Semakin ahli, jaraknya dapat semakin jauh. Tiap anak memegang tongkatnya hingga berdiri tegak di lantai. Bila ada perintah “ya” tiap anak harus melepaskan tongkatnya dan cepat-cepat menangkap tongkat teman di sebelah kanannya. Bila tongkat itu sudah keburu jatuh, maka ia dikeluarkan. Permainan ini sangat menyenangkan dan dapat bervariasi. Jarak anatr anak dapat diperbesar bila anak-anak sudah mampu, perintah dapat berupa “kiri” atau “kanan”. Bila ingin permainan lebil lama, maka setelah jatuh 3 kali baru dikeluarkan.

Lingkungan Hidup


Pengertian Linkungan Hidup

A. Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Berdasarkan pengertian lingkungan hidup, terdiri dari unsur-unsur biotik (mahluk hidup), unsur-unsur abiotik (mahluk tak hidup), dan unsur-unsur budaya. Kami akan menjelaskan unsur-unsur lingkungan hidup.
1. Unsur-unsur Biotik
Unsur biotik adalah unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup untuk media saling berhubungan seperti manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik. Unsur biotik sangat berpengaruh bagi kehidupan kita karena kalau tidak ada unsur biotik maka kita tidak bisa berkembang biak secara sempurna.
2. Unsur-unsur Abiotik
Unsur abiotik adalah unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup untuk media berlangsungnya kehidupan seperti tanah, air, udara, sinar matahari, dan lain-lain. Unsur abiotik juga berpengaruh bagi kehidupan karena unsur abiotiklah kebutuhan utama dalam berlangsungnya kehidupan.
3. Unsur-unsur Budaya
Unsur budaya adalah sistem nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakuknya sebagai mahluk sosial seperti bangunan, baju, mobil, rumah , dan lain-lain. Unsur budaya dapat membentuk perilaku seseorang dalam menjalani kehidupan.
B. Mengapa Banyak yang Tidak Peduli Kebersihan
Karena siswa-siswi tidak mengerti arti pentingnya kebersihan. Siswa-siswi mengira bahwa kebersihan itu hanya untuk keindahan lingkungan semata. Bahwa kebersihan itu dapat menjadikan kita menjadi nyaman dan dapat menghindarkan kita dari penyakit yang mengancam kita. Di paragraf ini kami akan membahas arti penting lingkungan hidup.
1. Lingkungan sebagai wahana bagi kelanjutan kehidupan.
Lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksinya mahluk hidup yang membentuk suatu sistem jaringan kehidupan. Di dalamnya terdapat siklus yang menunjang kehidupan. Siklus-siklus ini merupakan sistem yang mengatur proses kelanjutan kehidupan. Meskipun kita hidup dengan berbagai suku, bangsa, agama yang berbeda, namun kita harus saling berinteraksi untuk melanjutkan kehidupan.
2. Lingkungan sebagai tempat tinggal
Lingkungan merupakan tempat tinggal semua mahluk hidup mulai tingkat rendah sampai ke tingkat tinggi. Lingkungan aman dan nyaman merupakan tempat tinggal yang diperlukan oleh mahluk hidup. Dengan demikian kita dapat berinteraksi dan berkembang biak untuk meneruskan keturunan.
3. Lingkungan sebagai tempat mencari makan
Selain untuk tempat tinggal, lingkungan juga merupakan tempat untuk mencari makan bagi mahluk hidup. Mahluk hidup saling berinteraksi membentuk piramida makanan
C. Manfaat menjaga kebersihan
Kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu kesehatan kita. Kebersihan dapat menjadikan lingkungan hidup menjadi nyaman dan kita dapat beriteraksi dengan mahluk lain lebih baik.
D. Dampak bagi Kehidupan
Ø Positif
Kebersihan dapat menghindarkan kita dari bahaya kesehatan yang mengancam kita. Kebersihan dapat menjadikan lingkungan hidup menjadi nyaman dan bersih.
Ø Negatif
Kesehatan kita dapat sering terganggu karena kebersihan ingkungan hidup kita tercemar. Keindahan lingkungan hidup menjadi tidak enak dipandang.
Keberadaan lingkungan hidup sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di dalamnya. Seringkali aktifitas tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup terdiri atas dua jenis, yaitu kerusakan akibat alam dan kerusakan akibat manusia.
1. Kerusakan akibat alam
a. Letusan Gunung Berapi
Letusan gunung berapi merupakan salah satu aktivitas dari vulkanisme.
b. Gempa Bumi
Gempa merupakan pergeseran kulit bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
c. Angin Topan
Angin topan aalah angin yang berhembus dengan kecepatan (>
d. Banjir
Banjir sering terjadi pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi. Banjir merupakan genangan air yang cukup luas.
2. Kerusakan akibat manusia
a. Kerusakan Hutan
Hutan merupakan bagian sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, hutan berperan sebagai penyaring udara dan penyimpan air. Namun demikian, hutan menjadi sumber utama kebutuhan manusia dan mudah didayagunakan, maka hutan telah banyak mengalami kerusakan
b. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah masuknya limbah hasil kegiatan manusia ke dalam suatu wilayah tertentu sehingga kualitas lingkungan wilayah tersebut menjadi berubah tidak sesuai lagi dengan peruntukkannya.

Kami juga mempunyai gambar-gambar tentang kerusakan lingkungan hidup yang telah kami bukukan. Gambar-gambar tersebut dapat dilihat di kliping geografi.
E. Cara Menjaga Kebersihan
Ø Dilakukan minggu bersih untuk bergotong royong membersihkan lingkungan hidup dari kotoran-kotoran.
Ø Usahakan membuang sampah pada tempatnya yang telah tersedia.
Ø Apabila membuang sampah jangan biarkan sampah itu menggunung, usahakan sampah dibakart atau didaur ulang untuk dimanfaatkan.
Ø Jangan sekali-kali membuang limbah di sungai, karena dapat mencemari sungai itu.
Ø Usahakan jangan membuang sampah di sungai, karena dapat menimbulkan sungai itu menjadi kotor dan kalau sungai itu mampet, dapat menimbulkan banjir.
      

KEPRAMUKAAN BAGI PRAMUKA PANDEGA DI PERGURUAN TINGGI


KEPRAMUKAAN BAGI PRAMUKA PANDEGA DI PERGURUAN TINGGI
H.Drs.Endy R Atmasulistya
Kepala Lembaga Pendidikan Kader Pramuka Nasional

   Kapramukaan bagi Pramuka Pandega diperguruan tinggi yang dilaksanakan dengan Prinsip Dasar dan Metodik Kepramukaan haruslah berfungsi sebagai pengabdian yang bersifat pendidikan atau pendidikan yang bersifat pengabdian.
   Bagi Perguruan Tinggi yang bersangkutan, kepramukaan berfungsi sebagai alat untuk mencapai sasaran dan tujuan “mission” Perguruan Tinggi. Sedangkan bagi Gerakan Pramuka, Kepramukaan bagi pandega sebagai mahasiswa berfungsi sebagai alat untuk mencapai sasaran dan tujuan Gerakan Pramuka serta alat untuk pembentukan kader kepemimpinan Gerakan Pramuka.
   Sehungan dengan hal diatas, sasaran Kepramukaan bagi Pramuka Pandega Perguruan Tinggi ada;ah agar mahasiswa sebagai Pramuka Pandega itu menjadi :
 

a.     Manusia Pancasila yang sehat dan kuat mental, moral dan pisiknya dan berguna bagi nusa, bansa dan negara Indonesia.
b.     Manusia yang mantap pengetahuan, pengalaman dan keterampilan.
c.      Manusia yang dapat dipercaya.
d.     Manusia matang yang berani dan mampu menghadapi tugas berat dan kesukaran serta mandiri
e.      Manusia teguh yang tidak terguyahkan oleh berbagai godaan dan ungkapan massa.
f.       Manusia yang mau memberi pengorbanan demi kejayaan nusa, bangsa dan negara Indonesia.
g.      Manusia yang memiliki patriotisme yang berpandangan luas.
h.      Manusia yang memiliki kepemimpinan yang kuat.
 
Dengan sasaran tersebut, diharapkan para mahasiswa pramuka pandega mampu melaksanakan secara efisien dan efektif Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kepemimpinan Gerakan Pramuka. Untuk mencapai sasaran tersebut diatas, Kepramukaan bagi para mahasiswa Pramuka Pandega itu harus merupakan proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang sehat, menyenangkan, modern, menantang sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, kondisi dan situasi Pramuka Pandega.

Proses pendidikan bagi Pramuka Pandega itu dilakukan dalam bentuk :
a.      Proses pertemuan Pramuka Pandega.
b.     Proses pertukaran pikian yang diikuti perbuatan nyata.
c.      Perbuatan nyata dalam bentuk pengabdian masyarakat yang bersifat pendidikan atau proses pendidikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.
            Kegiatan sebagai proses pendidikan dalam kepramukaan bagi Pramuka Pandega mahasiswa haruslah disusun dengan memperhatikan faktor- faktor sebagai berikut :
1.      Sasaran dan tujuan kegiatan yang dilaksanakan.

Sasaran kegiatan adalah suatu hasil yang harus dicapai secara konkret setelah seorang Pramuka Pandega mengikuti kegiatan ( misalnya sikap, tindak lakunya, kemampuannya, keterampilannya, disiplinnya dan sebagainya.Sedangkan tujuan kegiatan adalah suatu yang diidamkan untuk dicapai setelah " memberi bekal pengalaman" dan sebagainya.

Sasaran dan tujuan kegiatan merupakan tonggak penunjuk arah kegiatan, apa, isi kegiatan, bagaimana kegiatan itu dilaksanakan dan dievaluasi. Sasaran dan tujuan merupakan indikator keberhasilan suatu kegiatan.

Sasaran dan tujuan suatu kegiatan disusun oleh, untuk dan sesuai aspirasi para Pramuka Pandega.
 
2.      Subyek dan Obyek Kegiatan

Dengan landasan kegiatan oleh dan untuk Pramuka Pandega, mereka merupakan subjek daripada kegiatan. Merekalah yang merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasinya.

Partisipasi aktif Pramuka Pandega dalam setiap kegiatan merupakan suatu syarat berhasilnya kegiatan itu. Dengan cara itu, proses pendidikan benar- benar terjadi pada diri Pramuka Pandega.Partisipasi itu jangan sebagai hasil paksaan atau perintah pembina, tetapi didasarkan pada kesukarelaan, senang, minat dan kesadaran. Hal ini bisa terjadi kalau mereka menilai kegiatan itu sebagai suatu yang dicarinya, sesuatu yang dibutuhkannya, sesuatu yang menantangnya. Para Pramuka Pandega merupakan objek kegiatan sebagai bentuk proses pendidikan.
 
3.      Masyarakat ( lingkungan dimana Pramuka Pandega dan Satuan Pramuka Pandega hadir )

Gerakan Pramuka mati hidupnya tergantung pada sikap dan dukungan masyarakat. Masyarakat akan simpati pada Gerakan Pramuka kalau masyarakat merasakan manfaat dan peran Gerakan Pramuka dalam berbagai kegiatan masyarakat. Untuk itu setiap merancang dan merencanakan kegiatan selalu diperhatikan aspirasi masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan- kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Untuk mengetahui dan memahami aspirasi, kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat, para Pramuka Pandega perlu melakukan kegiatan- kegiatan ekspedisi dan penelitian secara teratur dan terencana. Hasil kegiatan ini dijadikan dasar dilaksanakannya kegiatan pengabdian. Peran majelis pembimbing sangat penting.
 
4.      Pembina Pramuka Pandega

Dalam kegiatan Pembina Pandega itu haruslah bersikap sebagai pamong yang menerapkan sisitem among, ialah bersikap dimuka memberi tulada, ditengah- tengah peserta didik menumbuhkan karsa dan dibelakang memotivasi serta bertindak sebagai mitra karya Pramuka Pandega binaannya, konsultan, pembimbing, motivator yang menumbuhkan karsa dan karya Pramuka Pandega.

Untuk dapat melaksanakan funsinya dalam setiap kegiatan secara efisien dan efektif, pembina Pramuka Pandega itu harus mengeri dan menghayati kepramukaan, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, Program Peserta Didik ( Youth Programme ).
 
5.      Sumber Filsafah Pendorong Kegiatan Kepramukaan

Setiap kegiatan ( Kepramukaan ) sesuai dengan kepentingan nasional, selalu bersumber dan mengkait pada falsafah bangsa dan negara Pancasila, karena Pancasila merupakan asas Gerakan Pramuka dan juga sasaran kepramukaan adalah pembentukan tenaga kader pambangunan yang bermoral pancasila.

Dalam mendidikkan sikap dan tindak laku manusia Pancasila, perlu dihayati arti pentingnya nilai juang 1945 dan ketahanan nasional ( IPOLEKSOSBUDHAMKAMNAS) oleh setiap Pramuka. Penghayatan Pancasila, nilai juang 1945 dan ketahanan nasional dalam kepramukaan bukanlah diberikan dengan cara petuah dan pidato tetapi langsung dipraktekkan dan diterapkan dalam setiap acara kegiatan.
 
6.      Manajemen Dalam Kegiatan Kepramukaan

Efisien dan efektifnya kegiatan sebagai bentuk konkret proses pendidikan dalam kepramukaan tergantung pada diterapkan atau tidaknya manajemen pada kegiatan. Setiap acara kegiatan harus dikelola dengan baik.

Proses memanajemeni kegiatan berupa Perencanaan, Pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Dengan manajemen yang baik, setiap kegiatan dalam Kepramukaan akan berjalan secara ternencana, terarah, teratur, efisien dan efektif. Dalam satuan Pramuka Pandega, merekalah yang memanejemeni kegiatan.
 
7.      Organisasi

Gugusdepan merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka karena didalam gugusdepanlah hadirnya Pramuka sebagai target Kepramukaan dan terjadinya proses pendidikan.

Organisasi gugusdepan dibagi menjadi satuan- satuan Pramuka ialah Perindukan siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega. Satuan- satuan ini kemudian dibagi menjadi satuan- satuan kecil ialah Barung Siaga, Regu Penggalang, Sangga Penegak dan Reka Pandega. Dalam satuan- satuan inilah ditumbuhkan dan dikembangkan ketahanan moral/ spiritual, pisik, intelektual, emosional, sosial peserta didik.

Organisasi baik gugusdepan maupun Satuan- satuan, sebagai wadah proses pendidikan dalam Kepramukaan perlu dikelola secara efisien dan efektif agar wadah ini benar- benar menjadi pelancar jalannya proses pendidikan dalam Kepramukaan yang bentuknya konkret berupa kegiatan - kegiatan.

Jangan hendaknya Organisasi Gerakan Pramuka menjadi organisasi kaku yang penuh birokratisme. Adanya kebebasan yang bertanggungjawab bagi para pengelola organisasi itu perlu. Hanya dengan cara demikian itulah kegiatan akan berjalan efisien dan efektif.

Untuk pembinaan dan pengembangan minat Iptek, para Pramuka Pandega di dorong untuk bergabung dalam Satuan Karya ( Saka )
 
8.       Syarat Kecakapan Umum dan Tanda Kecakapan Khusus

Dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kegiatan perlu adanya pedoman dasar/ tolak ukur kegiatan. Dalam proses pendidikan, Syarat Kecakapan Umum dan Tanda Kecakapan Khusus  ( TKK ) merupakan pedoman dasar pelaksanaan kegiatan dalam Kepramukaan.

SKU dan TKU secara periodik di "reviewed" untuk disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan, kepentingan dan situasi kondisi Pramuka dan lingkungannya. dengan demikian kegiatan- kegiatan tidak menjadi/ dianggap barang kuno.
          Dalam rangka kaderisasi kepemimpinan Gerakan Pramuka, para Pramuka Pandega mahasiswa dimotivasi agar pada akhir studinya di Perguruan Tinggi mereka telah menjadi Pembina Pramuka Mahir. Untuk itu selama di Perguruan Tinggi, mereka dimitivasi untuk mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ( KMD ) dan tingkat lanjutan ( KML ).

Tulisan ini hanya berisi penggalan makalah yang disampaikan pada acara Semiloka dan Pengembangan Karya Inovatif Pramuka Perguruan Tinggi wilayah B di Semarang
 


MORSE


Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.
Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.
Kode Morse adalah contoh bentuk komunikasi digital awal.

Kode representasi Morse untuk alfabet

  • Huruf A direpresentasikan dengan .-
  • Huruf B direpresentasikan dengan -...
  • Huruf C direpresentasikan dengan -.-.
  • Huruf D direpresentasikan dengan -..
  • Huruf E direpresentasikan dengan .
  • Huruf F direpresentasikan dengan ..-.
  • Huruf G direpresentasikan dengan --.
  • Huruf H direpresentasikan dengan ....
  • Huruf I direpresentasikan dengan ..
  • Huruf J direpresentasikan dengan .---
  • Huruf K direpresentasikan dengan -.-
  • Huruf L direpresentasikan dengan .-..
  • Huruf M direpresentasikan dengan --
  • Huruf N direpresentasikan dengan -.
  • Huruf O direpresentasikan dengan ---
  • Huruf P direpresentasikan dengan .--.
  • Huruf Q direpresentasikan dengan --.-
  • Huruf R direpresentasikan dengan .-.
  • Huruf S direpresentasikan dengan ...
  • Huruf T direpresentasikan dengan -
  • Huruf U direpresentasikan dengan ..-
  • Huruf V direpresentasikan dengan ...-
  • Huruf W direpresentasikan dengan .--
  • Huruf X direpresentasikan dengan -..-
  • Huruf Y direpresentasikan dengan -.--
  • Huruf Z direpresentasikan dengan --..
Tanda Baca :
  • Tanda . direpresentasikan dengan .-.-.-
  • Tanda , direpresentasikan dengan --..--
  • Tanda : direpresentasikan dengan ---...
  • Tanda - direpresentasikan dengan -....-
  • Tanda / direpresentasikan dengan -..-.
Angka :
  • 1 .----
  • 2 ..---
  • 3 ...--
  • 4 ....-
  • 5 .....
  • 6 -....
  • 7 --...
  • 8 ---..
  • 9 ----.
  • 0 -----
Kode yang paling terkenal dalam Kode Morse adalah SOS (... --- ...), yaitu kode yang biasanya digunakan untuk memanggil bantuan oleh para pelaut jika kapal mereka terjebak dalam bahaya.

Kode morse dalam kepramukaan

Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Alfabetdengan kode morse yang berkebalikan

Alfabet
Morse
Alfabet
Morse
E
.
T
-
I
..
M
--
S
...
O
---
H
....
KH
----

Alfabet
Morse
Alfabet
Morse
K
-.-
R
.-.
X
-..-
P
.--.
Alphabet dengan kode morse yang berlawanan
Alfabet
Morse
Alfabet
Morse
A
.-
N
-.
U
..-
D
-..
V
...-
B
-...

Alfabet
Morse
Alfabet
Morse
W
.--
G
--.
F
..-.
L
.-..
Y
-.--
Q
--.-
Tidak memiliki pasangan
Alfabet
Morse
C
-.-.
J
.---
Z
--..
Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH TMOKH, AUV NDB, WFY GLQ CJZ
E   = .         T   = _           R   = ._.      F   = .._.
I   = ..        M   = _ _         K   = _._      L   = ._..
S   = ...       O   = _ _ _       W   = ._ _     Q   = _ _._
H   = ....      KH  = _ _ _ _     G   = _ _.     Y   = _._ _ 
A   = ._        N   = _.          C   = _._.      X   = _.._
U   = .._       D   = _..         J   = ._ _ _    P   =._ _.
V   = ..._      B   = _...        Z   = _ _ ..
Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.

Alfabet fonetik NATO

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Aksara fonetik NATO)
Langsung ke: navigasi, cari
Huruf fonetik NATO
Aksara fonetik NATO adalah huruf fonetik atau huruf ejaan NATO yang banyak dipakai dalam dunia radio-telefoni secara internasional (seperti halnya, ORARI di Indonesia). Huruf pengeja ini dipergunakan untuk komunikasi suara baik lewat radio maupun telepon oleh semua bangsa di dunia untuk menghindari salah ejaan dalam mendikte suatu suku-kata (terutama jika kata itu bermakna kritis dan sangat penting).

Aksara fonetik NATO ini juga banyak dipergunakan oleh pegawai agen perjalanan dalam mendikte kode booking dari sebuah tiket pesawat untuk seorang penumpang yang membeli tiket di agen perjalanan tersebut.
Berikut kata (dalam bahasa Inggris) yang mewakili tiap huruf dalam abjad Latin: