Welcome Friends....Tafadhol...

SELAMAT DATANG DI DUNIA KEPRAMUKAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM

Senin, 27 Juni 2011

Out Bond Fun Game


Games outbound ini termasuk kategori fun game.  Sangat cocok untuk dipakai ice breaking dan untuk mencari kelompok secara acak.
Tujuan permainannya adalah :
  • Melatih konsentrasi
  • Melatih kekompakan
  • Melatih kesabaran
  • Melatih indra pendengar
  • Melatih daya ingat
Alat yang digunakan :
-          Penutup mata (slayer atau yang lainnya)
-          Tali rafiah untuk pembatas
Cara permainan games
  1. Sebelum permainan dimulai, arena diberi garis pembatas dulu, tergantung kondisi lapangan
  2. Semua peserta outbound berada dalam area
  3. Semua peserta outbound diberi secarik kertas yang bertuliskan suara binatang, misal : MEONG, GUK, CIT, PETOK, dll
  4. Masing-masing suara binatang maksimal 10 buah kertas (tergantung jumlah kelompok yang akan dibentuk)
  5. Semua peserta outbound diminta menutup matanya dengan slayer
  6. Peserta outbound harus mencari keluarganya dengan cara menyuarakan  suara yang telah dibaca mereka sebelumnya
  7. Waktu pencarian dibatasi
  8. Peserta tidak boleh keluar arena
  9. Peserta tidak bersuara selain suara yang telah ditentukan

Tujuan permainan/games :
  1. Kerjasama antar anggota dan team
  2. Mengatur strategi dan kreativitas
  3. Menempatkan diri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
Aturan permainan/games outbound :
  1. Peserta tiap-tiap kelompok outbound terdiri dari 8-10 orang
  2. Seluruh peserta sebaiknya menggunakan celana panjang
  3. Gunakan lokasi/tempat yang tidak becek
  4. Dilakukan serentak dan terdiri dari beberapa regu
  5. Tiap regu memiliki jumlah yang sama
  6. Tiap regu berusaha keras membuat timnya menjadi regu dengan deretan paling panjang
  7. Peserta boleh menggunakan apa saja yang saat itu dibawa sebagai penyambung (dompet, kartu, tali sepatu, ikat pinggang, badan, dll)
  8. Tidak diperkenankan melepas baju
  9. Regu pemenang adalah yang membuat deretan yang terpanjang

Tujuan permainan :
  1. Kerjasama tim
  2. Kekompakan
  3. Melatih kehati-hatian
  4. Melatih kesabaran’
  5. Mengatur strategi tim
  6. Membangun jiwa kompetisi
Alat yang digunakan :
  1. Tongkat pramuka sejumlah peserta.
  2. Ember (jumlah sesuai dengan jumlah kelompok outbound)
Cara permainan
  1. Permainan dilakukan secara beregu/berkelompok dengan jumlah masing-masing kelompok sekitar 8-10 orang
  2. Masing-masing peserta outbound mendapatkan satu buah tongkat pramuka
  3. Instruktur outbound menentukan titika start dan titik finish nya terlebih dahulu (jaraknya sebaiknya antara 5 sampai 10 meter).
  4. Letakkan ember yang telah diisi dengan air (tak perlu penuh) di titik start sejumlah regu yang bertanding.
  5. Instruktur outbound memberi  aba-aba  mulai. Seluruh peserta outbound mulai mengangkat air menuju titik finish.
Aturan main :
  1. Dalam mengangkat ember yang berisi air, peserta hanya boleh menggunakan tongkat, tidak boleh memakai tangan. Ember bisa diangkat dengan tongkat caranya menyentuhkan ujung tongkat ke bibir ember.
  2. Permainan diulang lagi bila ember  terjatuh  atau dianggap gagal.
  3. Pemenang adalah kelompok yang paling dahulu sampai titik finish tanpa menjatuhkan ember.

Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan otak peserta outbound. Langkah yang harus dilakukan oleh peserta outbound adalah tiap-tiap peserta dalam outbound training ditutup matanya, kecuali yang ditunjuk sebagai leader, mengikuti jalur yang sudah dibuat. Dengan arahan Leader, peserta berjalan mengikuti jalur tanpa menyentuh pembatas. Orang yang pertama memasuki garis finish ditetapkan sebagai pemenang. Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaimana seorang bisa tampil sebagai pemimpin (leader) dan bagaimana rasanya dipimpin orang lain. Saling percaya antar sesama divisi dalam perusahaan.

Tujuan permainan ini adalah melatih kerjasama yang komunikatif.
Alat bantu yang digunakan adalah bambu, air, tali dan bola pimpong
Prosedur dalam permainan ini adalah :
  1. Tiap kelompok berlomba mengeluarkan bola dari dalam bambu dengan cara menuangkan air ke dalam bambu.
  2. Cara menuangkannya, bambu yang berisi air hanya boleh diangkat dengan menggunakan tali yang telah disediakan
  3. Saat melakukan evakuasi, anggota badan tidak boleh melewati batas aman dari daerah yang telah ditentukan
Pemaknaan dalam permainan ini adalah :
  1. Bagaimana langkah peserta dalam melaksanakan tugas ini
  2. Strategi apa saja yang peserta gunakan untuk menyelesaikan tugas ?
  3. Mampukan mereka bekerjasama dengan baik ?
  4. Siapakah yang mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik






Game ini termasuk dalam kategori low game.
Peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini adalah :Kertas yang di potong ukuran 10×5 cm. Pulpen, dan webbing atau tali dibuat melingkar berdiameter  kurang lebih 1meter.
Cara permainan : Peserta outbound dibuat menjadi beberapa kelompok.  Masing-masing peserta diminta untuk menuliskan namanya masing-masing pada kertas kecil yang sudah disediakan. Kemudian kertas tersebut digulung dandi aduk/diacak. Seluruh peserta outbound diminta untuk masuk kedalam webbing/tali yang sudah disediaka n instruktur. 3 atau 4 anggota kelompok ditutup matanya. Kemudian instruktur outbound menyebar kertas yang berisi nama seluruh peserta outbound di lapangan/area outbound. Seluruh peserta diminta untuk mencari namanya masing2 dalam waktu yang teah ditentukan oleh instruktur outbound. Peserta dilarang keluar lingkaran group dalam mencari nama mereka.
Teaching point :
-          Melatih kekompakan group
-          Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita
-          Cepat bertindak dan mengambil keputusan
-          Mengetahui strategi yang baik dalam suatu permasalahan.
-          Berfikir kreatif dan inovatif

Tujuan permainan :
  • Menjalin kerjasama dan toleransi antar anggota
  • Belajar menerima dan siap kapan pun harus bisa memberi kesempatan kepada orang lain
  • Berlatih menghadapi segala rintangan atas asas kebersamaan.
Alat yang dibutuhkan untuk permainan ini :
  • Tali, jumlah tali disesuaikan dengan jumlah peserta. Panjang tali sekitar 3 meter
  • Tongkat/bambu yang panjangnya sekitar 2-3 meter
  • Aneka halang rintangan
Cara permainan :
  • Tiap anggota tim berhak memegang seutas tali, boleh disebelah kanan, boleh disebelah kiri
  • Letakkan tongkat di tengah tarikan utas tali, dimana tali dalam keadaan kondisi kencang
  • Tim menempuh suatu perjalanan penuh rintangan dengan jarak bebas.
  • Tim pemenang adalah yang mencapai finish lebih dahulu tanpa membuat tongkat jatuh
  • Apabila tongkat jatuh maka harus mulai lagi dari start.
Tujuan permainan ini adalah :
  • Melatih kecermatan dalam menggunakan strategi
  • Melatih kesabaran
  • Kerjasama kelompok
Alat yang harus disiapkan :
  1. Piring
  2. Balon (ditiup sebelum permainan dimulai)
Cara permainan/games :
  1. Permainan ini dilakukan secara kelompok
  2. Peserta melakukan permainan ini secara estafet. Jadi anggota kelompok harus berjajar dengan jarak 10-15 m
  3. Peserta pertama membawa balon dari garis start menuju ke peserta kedua, kemudian peserta kedua ke peserta ketiga. Begitu seterusnya sampai finish
Aturan :
  1. Bola harus selalu berada di dalam piring selama peserta berjalan
  2. Kelompok yang menang adalah kelompok yang sampai ke garis finish


Tujuan permainan adalah :
  • Melatih kerjasama tim
  • Melatih kekompakan tim
  • Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman
  • Menumbuhkan sikap rela berkorban demi kesuksesan bersama
  • Mengembangkan strategi untuk tercapainya tujuan
Cara permainan :
  1. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok
  2. Tugas kelompok adalah membuat menara manusia setinggi-tingginya
  3. Peserta dibebaskan membuat strategi apapun untuk membuat menara tersebut
  4. Peserta tidak diperkenankan menggunakan alat bantu apapun
  5. Waktu permainan dibatasi 10-20 menit
  6. Kelompok dengan menara tertinggi adalah pemenangnya

Termasuk dalam kategori low game. Fun dan penuh keceriaan.
Tujuan dari permainan ini adalah :
  • Melatih kecepatan dalam berfikir
  • Melatih kekompakan tim
  • Cepat bertindak
  • Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman
Apa sih peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini?
  1. Helm
  2. Jaket/rompi
  3. Sarung
  4. Kaos kaki
  5. Sepatu
Bagaimana cara memainkan game ini?
Sederhana saja kok. Mula-mula peserta outbound dibagi menjadi beberapa tim.  Setiap tim mendapat  perlengkapan seperti tersebut di atas.
  1. Tentukan dulu garis start dan garis finish nya
  2. Masing-masing tim berada di garis start.
  3. Semua perlengkapan tadi di taruh di garis yang lain (jaraknya sekitar 15 meter)
  4. Instruktur outbound bertugas memberikan aba-aba
  5. Begitu terdengar aba-aba, maka peserta pertama segera berlari mengambil helm dan memakainya. Setelah helm dipakai, segera berlari menuju garis start.
  6. Setelah peserta pertama tiba di garis start, helm dilepaskan dan dipakai kan ke peserta kedua
  7. Peserta kedua berlari menuju peralatan, kemudian memakai rompi/jaket
  8. Peserta kedua berlari menuju start, kemudian melepas helm dan rompi. Kedua peralatan tadi dipakaikan ke peserta ketiga.
  9. Peserta ketiga berlari menuju peralatan, kemudian memakai sarung. Segera setelah sarung terpakai, berlari menuju garis start dan memakaikannya ke peserta berikutnya.
  10. Begitu seterusnya sampai peserta terakhir memakai semua perlengkapan yang ada.
  11. Apabila peserta kelompok lebih dari 5 orang, perlengkapan bisa ditambah, seperti celana, gelang, ikat pinggang, dll
  12. Peserta mengambil peralatan harus sesuai dengan urutan yang telah ditentukan oleh instruktur
  13. Peserta harus memakai serapi mungkin
  14. Kelompok tercepat adalah pemenangnya.
  15. Selamat mencoba

Tujuan Permainan :
  • Meningkatkan kerjasama tim
  • Melatih sikap kehati-hatian.
  • Melatih psikomotorik (kasar dan halus).
Alat
Telur sejumlah kelompok/tim yang ada.
Pelaksanaan :
  1. Bagi peserta outbound dalam beberapa tim. Masing-masing tim beranggotakan 8-10 orang.
  2. Tiap kelompok membentuk barisan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan jarak 5-10 meter.
  3. Peserta pertama menerima sebuah telur dari instruktur outbound, lalu melemparkannya ke peserta tim yang ada didepannya. Dalam menerima telur, peserta menggunakan kaos yang dipakainya. Setelah menerima telur, telur tersebut dilemparkan kembali ke peserta berikutnya. Begitu seterusnya sampai ke peserta terakhir.
  4. Kelompok yang memecahkan telur dianggap gagal/gugur.
  5. Kelompok yang berhasil memindahkan telur dari awal sampai akhir tanpa membuat telur tersebut pecah, dinyatakan sebagai pemenang.



Game ini bisa dimainkan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Peserta pelatihan outbound di bagi dalam beberapa tim, yang jumlahnya masing-masing tim antara 7-10 orang. Masing- masing kelompok diberikan spidol yang diikat dengan tali rafiah yang cukup panjang.
Cara permainan (games)
  1. Peserta diminta instruktur untuk berbaris menyamping di masing-masing kelompok
  2. Atas perintah instruktur outbound, peserta mulai memasukkan spidol yang diikat rafiah ke dalam bajunya. Dengan cara : dari lengan baju sebelah kiri peserta pertama, ke pundak. Dalam tubuh, menuju ke bawah (rok atau celana) kiri. Menyeberang ke kaki kanan, terus naik ke paha. Ke tubuh terus keluar melalui pundak sebelah kanan, kemudian ke lengan kanan.
  3. Peserta kedua mulai melakukan proses yang sama.
  4. Begitu seterusnya, hingga peserta terakhir.
  5. Kelompok outbound yang paling pertama menyelesaikan games ini adalah pemenangnya.
Tujuan permainan :
  • Kekompakan team/tim
  • Menunjukkan bahwa sesuatu yyyannng tadinya dianggap tidak mungkin, dapat terwujud bila   ada dorongan dan pendapat kolektif yang serempak dan kompetitif
Diskusi :
-          Apa yang muncul dibenak peserta ketika mendengar nama permainan menjahit manusia?
  • Dimana letak hikmah dari permainan ini?
  • Bagaimana agar bisa cepat selesai?
  • Apakah diperlukan figur pemimpin dalam permainan ini?
  • Apa hubungan persepsi dengan permainan ini?
Pendahuluan dan Persiapan
Games ini dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan. Peserta dibagi dalam 3-4 kelompok yang terdiri dari 6-10 orang.
Instruksi dan petunjuk permainan
  • Setiap kelompok diminta membentuk barisan ke belakang seperti kereta, dengan tangan memegang bahu atau pinggang kawan yang ada di depannya.
  • Jika memungkinkan, minta mereka memeluk rekan yang ada didepannya masing-masing.
  • Kemudian kita beri aba-aba untuk mereka secara bersama-sama bergerak ke kiri atau ke kanan atau ke depan ke belakang sesuai instruksi,
  • Peserta harus bergerak dengan cara melompat bersama, tanpa boleh barisannya putus atau rusak.
  • Setelah beberapa kali mencoba ke arah yang sesuai dengan instruksi, maka kemudian mereka harus melakukan gerakan yang berlawanan dengan instruksi yang diberikan.
Larangan dan hukuman
  • Barisannya tidak boleh putus atau rusak.
  • Minta mereka untuk tidak bersuara (yang dapat dijadikan “alat bantu komando”) pada saat melakukan gerakan.
  • Bagi kelompok yang salah atau ada anggota kelompoknya salah melakukan pergerakan maka kelompok tersebut harus gugur
Target
  • Permainan terus dilanjutkan hingga didapat pemenang, yaitu yang tidak pernah melakukan kesalahan
Variasi
  • Untuk mendistorsi, kita dapat memberi instruksi dengan ditambahkan gerakan tangan atau kita melompat juga sambil memberi instruksi.

Tujuan permainan :
  • Meningkatkan kekompakan kelompok
  • Kecermatan
  • Kecepatan
  • Bertindak cepat
  • Bisa mengatur strategi
Alat yang digunakan :
  1. Bola plastik sebanyak mungkin dengan berbagai ukuran
  2. Tali/ rafiah untuk daerah pembatas bagi peserta
  3. Dua kantong plastik besar untuk tempat bola
  4. Penghalang (kain)
Cara permainan :
  1. Permainan meteor garden dimainkan secara kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 10-15 orang
  2. Instruktur dan fasilitator melemparkan bola dari balik penghalang, dan peserta harus dapat menangkap bola, tetapi harus tetap berada di garis pembatas yang berbentuk persegi
  3. Lemparan bola dilakukan dengan cepat dan tidak beraturan, agar peserta kesulitan menangkapnya
  4. Setelah bola ditangkap, langsung dimasukkan kedalam kantong plastik yang telah disediakan
Aturan :
  1. Peserta tidak boleh keluar dari garis pembatas selama menangkap bola
  2. Bola yang tidak tertangkap tidak boleh diambil peserta
  3. Kelompok yang paling banyak menangkap bola adalah pemenangnya.


Tujuan permainan :
  • Melatih menemukan kesamaan
  • Bermain strategi
  • Melatih kejujuran
Alat : Sepatu atau kertas tebal sebagai tanda
Cara permainan :
  1. Permainan ini dilakukan dalam kelompok besar
  2. Seluruh peserta membentuk satu lingkaran besar, dan setiap peserta mempunyai posisi sendiri-sendiri dengan diberi  tanda sepatu atau kertas tebal
  3. Seorang peserta sebagai relawan berada di tengah, lalu bertanya kepada peserta lain, “apakah kamu mencintaiku?” Para peserta lain bebas menjawab “ya” atau “tidak
  4. Apabila mengatakan “ya”, maka seluruh peserta harus pindah tempat dari posisi awal keposisi yang lain. Relawan tersebut berusaha merebut posisi dalam barisan
  5. Apabila peserta yang ditanya menjawab “tidak”, maka ia harus memberi alasan. Misalnya “ karena saya mencintai orang yang memakai sepatu hitam”. Maka seluruh peserta yang memakai sepatu hitam harus mencari posisi (tempat) lain dengan cara berpindah tempat. Dan relawan tersebut juga berusaha merebut barisan.
  6. Peserta yang tidak mengenakan sepatu warna hitam tetap pada posisinya.
  7. Peserta yang tidak mendapatkan posisi dalam lingkaran, menggantikan relawan tersebut.
  8. Peserta harus jujur apabila menemukan kesamaan dalam dirinya
  9. Dalam berebut posisi,  peserta tidak boleh merebut peserta lain yang telah mendapatkan posisi

Teaching Point :
  • Melayani pelanggan (customer) dengan baik
  • Menghilangkan struktur hirarki dalam organisasi
  • Melatih konsentrasi kerja
  • Cara baik untuk mengakrabkan peserta outbound dengan saling menyebutkan nama.
Peralatan yang dibutuhkan :
  1. Bola/yang lainnya dipakai untuk melempar
Cara permainan :
Permainan ini sangat bagus dipakai untuk ice breaking (game awal/game pemecah kebekuan) dalam suatu pelatihan atau kegiatan outbound. Bisa dimainkan indoor (dalam ruangan) maupun outdoor (diluar ruangan). Dimainkan pada awal pelatihan, bahkan kalau bisa sebelum peserta sempat memperkenalkan dirinya kepada yang lain.
Peserta diminta untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Kalau peserta belum saling mengenal, mereka kita minta untuk memperkenalkan diri.
Setelah semua peserta memperkenalkan diri, peserta diminta untuk saling melempar bola dan saling menangkap bola dengan menyebut nama dan orang yang akan dituju untuk menangkap bola yang akan dilempar.
Mereka yang salah menyebutkan nama diri sendiri atau orang yang akan dituju dikenakan sangsi tertentu, misalnya dengan meminta maaf. Untuk beberapa menit pertama, mungkin anda akan banyak  mengenakan sangsi tersebut. Kesuksesan tim diukur dari berapa banyak  kesalahan yang dibuat. Makin sedikit, makin sukses tim tersebut.
Agar lebih menarik permainan dilanjutkan dengan menambah jumlah bolanya. Menjadi 2 atau 3 bola.


Tujuan Permainan :
  • Melatih sikap pantang menyerah dalam menggapai impian
  • Mampu belajar dari pengalaman yang salah
Alat :
  1. Tali plastik kecil
  2. Carabineer
  3. Kerta bertuliskan impian peserta
Cara permainan :
  1. Tali diikatkan pada pohon-pohon
  2. Kerta bertuliskan impian ditempatkan pada pohon dengan posisi kertas terbalik, sehingga tulisan tidak terlihat
  3. Peserta diberi carabineer
  4. Permainan ini diumpamakan peserta dalam posisi menggantung pada tali dengan kaki tidak menyentuh tanah, sehingga mereka harus menggunakan carabineer untuk tetap bisa menggantung
  5. Pada saat peserta berpindah dari tali yang satu ke yang lain, mereka terlebih dahulu harus mengaitkan carabineer dengan tali tersebut.
  6. Peserta harus tetap berjalan mencari kertas yang bertuliskan impian mereka sendiri.
  7. Apabila peserta menemukan impian temannya, maka harus dikembalikan ke tempat semula
  8. Setelah peserta menemukan impian mereka sendiri, peserta harus kembali ke posisi start dengan cara yang sama
By : yudha

Jumat, 27 Mei 2011

Bersyukur


Bersyukur (berterima kasih), kepada sesama manusia lebih cenderung kepada menunjukkan perasaan senang menghargai. Adapun bersyukur kepada Allah lebih cenderung kepada pengakuan bahwa semua kenikmatan adalah pemberian dari Allah. Inilah yang disebut sebagai syukur. Lawan kata dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, yaitu mengingkari bahwa kenikmatan bukan diberikan oleh Allah. Kufur nikmat berpotensi merusak keimanan.
Bersyukur kepada Allah adalah salah satu konsep yang secara prinsip ditegaskan di dalam Al-Qur'an pada hampir 70 ayat. Perumpamaan dari orang yang bersyukur dan kufur diberikan dan keadaan mereka di akhirat digambarkan. Alasan kenapa begitu pentingnya bersyukur kepada Allah adalah fungsinya sebagai indikator keimanan dan pengakuan atas keesaan Allah. Dalam salah satu ayat, bersyukur digambarkan sebagai penganutan tunggal kepada Allah:
Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya dia saja yang kamu sembah. (Al-Baqarah: 172)
Pada ayat lain bersyukur digambarkan sebagai lawan kemusyrikan:
Baik kepadamu maupun kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur (Az-Zumar: 65-66)
Pernyataan menantang Iblis (pada hari penolakannya untuk bersujud kepada Adam), menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah:
Kemudian saya akan memperdayakan mereka dengan mendatanginya dari muka, dari belakang, dari kanan dan dari kiri. Dan Engkau tidak akan menemui lagi kebanyakan mereka sebagai golongan orang-orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 17)
Ayat diatas menjelaskan bahwa Iblis mencurahkan hidupnya semata-mata untuk menyesatkan manusia. Tujuan utamanya untuk membuat manusia mengingkari nikmat Allah. Apabila tindakan Iblis ini direnungkan betul-betul, jelaslah bahwa manusia akan tersesat apabila mengingkari nikmat Allah.
Bersyukur kepada Allah merupakan salah satu ujian dari Allah. Manusia dikaruniani banyak kenikmatan dan diberitahu cara memanfaatkannya. Sebagai balasannya, manusia diharapkan untuk taat kepada penciptanya. Namun manusia diberi kebebasan untuk memilih apakah hendak bersyukur atau tidak:
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya dengan beban perintah dan larangan. Karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat. Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus: Ada yang bersyukur, namun ada pula yang kafir. (Al-Insan: 2-3)
Menurut ayat tersebut, bersyukur atau tidaknya manusia adalah tanda jelas beriman atau kafirkah ia.
Bersyukur juga berhubungan erat dengan keadaan di akhirat. Tidak ada hukuman yang dijatuhkan kepada orang beriman dan bersyukur:
Masak Allah akan menyiksamu juga jika kamu bersyukur dan beriman? Malah Allah adalah pembalas jasa kepada orang mukmin yang bersyukur serta Maha Mengetahui. An-Nisa: 147
Ayat ini bersama dengan sejumlah ayat lain memberikan berita baik kepada orang-orang yang bersyukur kepada pencipta mereka:
Dan ingat pulalah ketika Tuhanmu memberikan pernyataan: "Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat. (Ibrahim: 7) Karunia itulah yang disampaikan Allah sebagai berita gembira kepada hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan kebaikan. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini, kecuali hanya kasih sayang dalam kekeluargaan. Siapa yang mengerjakan kebaikan, Kami lipat gandakan kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penilai. (Ash-Syura: 23) Kaum Luthpun telah mendustakan peringatan Tuhan. Kami hembuskan kepada mereka angin puyuh, kecuali kaum keluarga Luth, mereka telah kami selamatkan sebelum fajar menyingsing. Suatu anugrah dari kami. Demikianlah kami memberi ganjaran kepada siapa yang bersyukur. (Al-Qamar: 33-35)
"Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu" (An-Nahl: 18). Menurut ayat tersebut, jangankan menghitung nikmat, mengkategorikannya saja tidak mungkin sebab nikmat Allah tidak terbatas banyaknya. Karenanya seorang mukmin tidak seharusnya menghitung nikmat, melainkan berdzikir dan mewujudkan rasa syukurnya.
Anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar adalah keliru. Padahal jika mau merenung sebentar saja, mereka akan menyadari bahwa mereka dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Setiap waktu setiap menit, tercurah kenikmatan tak terhenti seperti hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup...; pendek kata segala sesuatu yang memungkinkan orang untuk hidup diberikan oleh Allah. Sebagai balasan semua itu, seseorang diharapkan untuk mengabdi kepada Allah sebagai rasa syukurnya. Orang-orang yang tidak memperhatikan semua kenikmatan yang mereka terima, dengan demikian telah mengingkari nikmat (kufur). Mereka baru mau bersyukur apabila semua kenikmatan telah dicabut. Sebagai contoh, kesehatan yang tidak pernah mereka akui sebagai nikmat baru mereka syukuri setelah mereka sakit.
Al-Qur'an memerintahkan untuk mengingat nikmat Allah berulang-kali karena manusia cenderung melupakannya. Seluruh buku yang ada di dunia ini tidak akan cukup untuk menulis nikmat Allah. Allah menciptakan manusia dalam bentuknya yang sempurna, memiliki panca indra yang memungkinkan manusia untuk merasakan dunia di sekelilingnya, membimbingnya menuju jalan yang benar melalui Al-Qur'an dan Al-Hadits, menciptakan air segar dan makanan yang berlimpah, melancarkan pelayaran, yang kesemuanya itu ditujukan untuk keuntungan manusia. Setiap orang yang berdoa dan berbuat baik pasti juga bersyukur kepada Allah sebab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah pasti juga tidak pernah ingat kepada Allah. Seseorang yang bertingkah laku seperti hewan, mengkonsumsi segala sesuatu yang diberikan padanya tanpa mau berfikir mengapa semua itu dianugrahkan dan siapa yang menganugrahkan, sudah selayaknya mengubah tingkah laku seperti itu. Sebaliknya, bersyukur hanya di saat menerima nikmat besar saja tidak akan berarti. Itulah sebabnya orang mukmin hendaknya tidak pernah lupa untuk bersyukur kepada Allah.
Dari Al-Qur'an kita juga tahu bahwa hanya orang-orang yang bersyukurlah yang mau mengakui tanda-tanda kekuasaan Allah di dunia dan mengambil pelajaran darinya. Ayat-ayat di bawah ini menguraikan hal tersebut:
Adapun tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan izin Allah. Dan tanah yang gersang, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran kami bagi orang-orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 58)
Dan sesungguhnya kami telah mengutus Musa kepada Bangsa Israil, dengan beberapa mukjizat dari kami sebagai pengukuhan dan disertai perintah dari Kami: "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kejahilan kepada cahaya iman yang terang-benderang, serta ingatkanlah mereka kepada "Hari-hari Allah"(Maksudnya, hari-hari yang penuh suka dan duka. Suka karena beroleh bahagia, dan duka karena ditimpa malapetaka, baik yang telah terjadi pada bangsa-bangsa sebelum Musa, maupun yang terjadi di zaman Musa sendiri). Dalam hal yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan bagi orang-orang yang selalu sabar dan bersyukur Maksudnya sabar jika kedatangan malapetaka, dan bersyukur jika beroleh kebahagiaan. Baik dan buruk, bahagia dan malapetaka tidak akan luput dari kehidupan manusia di dunia ini. Karena itu, sabar dan bersyukur adalah senjata ampuh yang wajib dipegang teguh selamanya)(Ibrahim: 5).
Apakah engkau tidak perhatikan, bahwa kapal itu dapat berlayar di lautan karena Karunia Allah jua Karunia Allah di sini ialah kodratNya yang menundukkan lautan dan angin, supaya kapal-kapal layar dapat berlayar di lautan), untuk diperlihatkanNya kepadamu di antara tanda-tanda kekuasaanNya. Dalam hal ini terdapat bukti-bukti kenyataan bagi semua orang yang sabar dan bersyukur. (Luqman: 31).
Namun begitu mereka berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak hubungan antara kami dan Syria" (Tujuan permintaan ini supaya negeri-negeri yang berdekatan itu dihapuskan, agar jarak perjalanan menjadi jauh dan panjang, sehingga terbuka kesempatan untuk melakukan monopoli dalam perdagangan) Itu berarti mereka menganiaya diri sendiri. Karena itu Kami jadikan peristiwa mereka jadi buah tutur, lalu kami ganyang mereka sehancur-hancurnya. Peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran bagi setiap yang sabar dan bersyukur. (Saba: 19)
Hikmah maupun bukti yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang dikaruniai wawasan dan kepekaan yang biasa dimiliki oleh orang-orang yang bersyukur.
Wawasan dan kepekaan tersebut merupakan balasan atas rasa syukur kepada Allah. Sebaliknya orang-orang yang ingkar dan tidak peka, untuk memperhatikannya pun mereka enggan.
Di dalam banyak ayat, Allah menasehati para rasulNya. Salah satunya adalah Musa, untuk bersyukur:
Allah berfirman: "Hai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu melebihi dari manusia yang lain untuk mengemban tugas kerasulan-Ku dan untuk berbicara secara langsung dengan-Ku. Oleh karena itu, pegang teguhlah Syari'at yang Aku berikan kepadamu, dan hendaklah engkau menjadi orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 144)
Di dalam surat Al-Ahkaf ayat 15, seorang mukmin di dalam kematangannya (umur 40 tahun diacu di dalam Al-Qur'an sebagai umur kematangan), berdoa supaya dijadikan orang yang bersyukur:
Kami perintahkan kepada manusia supaya: Berbuat baik kepada kedua ibu-bapak. Ibunya mengandung dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandung sampai dengan menyapihnya, tigapuluh bulan (Dihitung menurut masa kandungan yang terpendek, yaitu enam bulan. Ditambah dengan masa penyusuan yang sempurna yaitu duapuluh empat bulan (2 tahun), menjadi tigapuluh bulan). Sehingga manakala ia sampai dewasa, usianya cukup empatpuluh tahun, dia mendoa: "Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku. Jadikanlah amal perbuatanku sesuai dengan keridhaanMu dan berikanlah kebaikan kepadaku berkelanjutan sampai kepada anak-cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu, dan aku adalah orang yang berserah diri. (Al-Ahkaf: 15)